Populer Internasional: Rencana Jerman Serang Jembatan Krimea – Pasukan IDF Disambar Drone Hizbullah

Populer Internasional: Rencana Jerman Serang Jembatan Krimea - Pasukan IDF Disambar Drone Hizbullah

Allgulfnews – Jerman berencana menyerang Jembatan Krimea dengan menggunakan rudal Taurus, perang Rusia-NATO terancam meletus.

Di Laut Merah, saat AS berperang melawan Houthi, justru Chinalah yang menjadi pemenangnya, bagaimana bisa?

Sementara itu, milisi Lebanon, Hizbullah melaporkan kembali melancarkan serangkaian serangan terhadap pasukan Israel.

Selengkapnya, berikut berita populer internasional dalam 24 jam terakhir.

1. Jerman Terkonfirmasi Mau Serang Jembatan Krimea Pakai Rudal Taurus, Perang Rusia-NATO di Depan Mata

Rudal Taurus buatan Jerman yang dipasang di jet tempur. Ukraina mendesak Jerman agar segera mengirimkan rudal Taurus untuk memerangi Rusia.

Rencana Angkatan Bersenjata Jerman , Bundeswehr, untuk menyerang Jembatan Krimea , terungkap.

Kabar itu disiarkan oleh pemimpin redaksi Russia Today, Margarita Simonyan, yang mengaku punya bocoran rekaman audio berdurasi hampir 40 menit seputar rencana penyerangan tersebut.

Jembatan Krimea , jembatan yang diakui telah dibom oleh Ukraina beberapa lalu, menjadi penghubung utama antara daratan Rusia dengan Krimea yang dianeksasi Moskow.

Ukraina berulang kali mencoba menyerang jembatan ini, beberapa upaya di antaranya berhasil, dengan kemungkinan keterlibatan pasukan AS dan Inggris.

Simonyan kemudian mengajukan pertanyaan resmi kepada tokoh-tokoh diplomatik Jerman , meminta klarifikasi mengenai masalah yang akan berdampak buruk pada hubungan Rusia-Jerman, serta keterlibatan NATO dalam perang Ukraina .

2. Usai Israel Tembaki Warga saat Antre Makanan, Biden Setujui Pengiriman Bantuan ke Gaza Melalui Udara

Amerika Serikat (AS) akan mulai mengirimkan bantuan darurat ke Gaza.

Hal ini disampaikan Presiden AS, Joe Biden, pada Jumat (1/3/2024), sehari setelah lebih dari 100 warga Palestina terbunuh dalam bentrokan yang kacau dengan pasukan Israel.

Sebanyak 115 warga Palestina tewas dan lebih dari 750 lainnya luka-luka, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, Kamis (29/2/2024).

Para Saksi mata mengatakan, pasukan Israel melepaskan tembakan ketika banyak orang berlomba untuk menarik barang-barang dari konvoi bantuan makanan.

Setelah serangan Israel itu, Joe Biden mengatakan pengiriman bantuan udara ke Gaza akan segera dimulai.

AS sedang mencari bantuan tambahan untuk memfasilitasi penyaluran yang sangat dibutuhkan di wilayah yang dilanda perang tersebut guna meringankan penderitaan warga Palestina.

“Dalam beberapa hari mendatang kami akan bergabung dengan teman-teman kami di Yordania dan pihak lain yang memberikan makanan dan pasokan tambahan melalui udara, dan akan berusaha membuka jalan lain, termasuk kemungkinan koridor laut,” ungkap Joe Biden, dilansir AP News.

3. Houthi yang Perang Lawan AS-Inggris, China Lah yang Jadi Pemenang di Laut Merah

Mahasiswa yang direkrut ke dalam kelompok pemberontak Huthi Yaman mengangkat senapan otomatis saat mereka mengambil bagian dalam unjuk rasa mendukung Palestina dan melawan AS, Inggris dan Israel di kampus universitas di Sanaa pada 21 Februari 2024, di tengah berlangsungnya pertempuran antara Gerakan Israel dan Hamas di Gaza. (Foto oleh MOHAMMED HUWAIS / AFP)

Eskalasi di Laut Merah secara cepat memasuki tingkat berbahaya yang secara destruktif dapat menghancurkan perekonomian banyak negara.

Ketegangan di kawasan perairan jalur transportasi utama dunia ini tercipta saat Angkatan Bersenjata Yaman yang terafiliasi kelompok Ansarallah Houthi memutuskan melakukan blokade Laut Merah terhadap segala entitas terkait Israel yang melintasi jalur tersebut.

Aksi Angkatan Bersenjata Yaman dan Houthi ini sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina atas agresi dan bombardir genosida Israel di Gaza.

Blokade Laut Merah ini kemudian menciptakan krisis maritim internasional yang melibatkan banyak negara.

Amerika Serikat (AS), sekutu abadi Israel – yang masih merasa sebagai ‘polisi dunia’ – menanggapi blokade itu dengan logika dan cara militeristik.

Alih-alih berusaha menghentikan invasi Israel ke Gaza, AS menggalang kekuatan dari banyak negara sekutu mereka untuk menghadapi Yaman dan Houthi.

AS Cs kemudian menggempur Yaman, berdalih hanya menyasar fasilitas militer Houthi dengan serangan udara rutin dan berkontraksi.

4. Pasukan IDF Disambar Drone Bunuh Diri Hizbullah, Israel Minta Pemukim Bersiap Perang Besar-besaran

Milisi Perlawanan Lebanon, Hizbullah melaporkan kembali melancarkan serangkaian serangan terhadap pasukan Israel, Jumat (1/3/2024).

Pada rangkaian serangan itu, Hizbullah dilaporkan sukses menembak jatuh kendaraan udara tanpa awak (UAV/Drone) Israel.

Hizbullah juga menyerang keberadaan Pasukan Israel (IDF) di beberapa posisi.

“Perlawanan Lebanon – Hizbullah menyerang sekelompok pasukan pendudukan Israel dengan drone bunuh diri, pada hari Jumat sore,” tulis pernyataan media militer kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan itu juga menyatakan, Hizbullah juga melakukan serangkaian serangan ke Israel sebagai bagian dari bentuk dukungan bagi rakyat Palestina dan milisi Perlawanan mereka dalam menghadapi agresi Israel.

Serangan Hizbullah pada hari Jumat tersebut, menyasar beberapa lokasi pendudukan Israel, kelompok infanteri IDF, dan fasilitas Israel di distrik operasi timur.

Tersedia Juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *